tanaman obat keluarga....

Selasa, 28 Juni 2011


Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.
Pemanfaatan Tanaman Obat (TOGA)
Pada bagian tanaman seperti yang tercantum di bawah ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman terdiri dari bagian daun, kulit batang, buah, biji, bahkan pada bagian akarnya.

nyamuk pilih-pilih target juga ya....!!!

Minggu, 26 Juni 2011

wah bagi anda yang memiliki lingkungan yang memiliki populasi nyamuk yang tinggi dan sering menjadi sasaran empuk bagi para nyamuk-nyamuk yang mengganggu ternyata ada alasan tertentu kenapa nyamuk memilih anda menjadi target'y. disini terdapat beberapa alasan kenapa anda menjadi sasaran empuk bagi para nyamuk-nyamuk nakal ini

Nyamuk terkadang sering pilih kasih—lebih sering menyerang orang-orang tertentu dibanding yang lainnya.

Banyak teori yang mencoba menjelaskan hal ini. Salah satunya adalah penelitian dari Jonathan Day, profesor bidang medical entomology dari University of Florida. Menurut risetnya, sekitar 20 persen orang adalah sasaran yang paling disukai nyamuk.

Ia juga menyatakan, ada dua hal yang membuat nyamuk tertarik untuk menggigit Anda. Yang pertama adalah faktor visual. "Nyamuk adalah binatang yang sangat visual, terutama begitu menjelang malam. Mereka biasanya akan mencari orang-orang yang berpakaian warna gelap, seperti hitam, biru tua, dan merah, biasanya akan jadi target utama," kata Day.

Faktor kedua adalah suhu tubuh. Orang yang memiliki suhu tubuh lebih hangat, seperti orang berbadan gemuk atau wanita hamil, biasanya lebih menarik nyamuk daripada yang suhu tubuhnya lebih dingin.

Hal lain yang juga menjadikan Anda sasaran empuk bagi nyamuk adalah aroma tubuh. Menurut Joseph Conlon, seorang medical entomologist dan penasihat untuk American Mosquito Control Association, ada beberapa aroma tubuh yang biasanya disukai nyamuk, salah satunya yang dikeluarkan saat Anda barusan berolahraga.

Fakta menarik lainnya, beberapa jenis nyamuk gemar menyerang di bagian kaki karena tertarik akan aroma yang dikeluarkan oleh bakteri di area ini. Sementara ada juga nyamuk yang menyerang daerah kepala, leher, dan lengan karena area ini cenderung lebih hangat dan mengeluarkan aroma tertentu.

sumber : kompas.com

Kulit Katak Kandung Zat Pembunuh Tumor

Kamis, 16 Juni 2011

katak yang dianggap sebagian orang menjijikan ternyata ada rahasia dibalik kulitnya yang lembab. penelitian menunjukan terdapat protein yang berpotensi sebagai obat di kulit katak. KOMPAS.com — Peneliti dari Universitas Queens, Belfast, Irlandia Utara, menemukan dua jenis protein di kulit katak, yang berpotensi sebagai obat penyembuh kanker.


"Dua jenis protein yang dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah sekaligus digunakan untuk membunuh sel tumor," ujar Chris Shaw, pemimpin tim penelitian, hari Selasa (7/6/2011), kepada BBC News.

Menurut Shaw, kebanyakan sel tumor hanya dapat tumbuh sampai ukuran tertentu sebelum sel itu memerlukan pembuluh darah untuk tumbuh ke dalam tumor guna menyalurkan zat makanan dan zat oksigen yang amat penting.

Dalam penelitian, para ilmuwan menangkapi katak-katak dan mengambil protein hasil sekresi pada kulit, kemudian melepaskannya kembali ke alam bebas. Shaw sendiri menyatakan, ia yakin akan alam punya solusi atas berbagai penyakit yang dihadapi manusia, "Tinggal bagaimana menemukannya."

Penelitian tersebut memperoleh penghargaan untuk penemuan medis dalam Medical Futures Innovation Awards di London baru-baru ini. (National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)
sumber: kompas.com